Polsek Langsa Barat Intensifkan Patroli Karhutla di Kawasan Rawan Kebakaran
- account_circle Redaksi Polres
- calendar_month Rab, 10 Jun 2026
- visibility 49
- comment 0 komentar


Langsa Barat — Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Polsek Langsa Barat melaksanakan kegiatan patroli serta sosialisasi kepada masyarakat di sejumlah lokasi yang dianggap rawan terjadinya kebakaran. Kegiatan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat sekaligus memperkuat upaya pencegahan sejak dini guna menjaga kelestarian lingkungan dan menghindari dampak buruk yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan maupun lahan. Rabu (10/06/2026).
Patroli dan sosialisasi difokuskan di wilayah Gampong Timbang Langsa, Kecamatan Langsa Baro, yang merupakan salah satu kawasan yang memiliki potensi kerawanan terhadap terjadinya kebakaran lahan pada musim kemarau. Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi lingkungan serta menyampaikan informasi terkait pentingnya menjaga kawasan hutan dan lahan agar tetap terpelihara dengan baik dan terhindar dari ancaman kebakaran.
Selain melakukan patroli dialogis, petugas juga memasang spanduk bertema “Stop Bakar Hutan dan Lahan” di sejumlah titik strategis sebagai media edukasi kepada masyarakat. Pemasangan spanduk tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga mengenai bahaya yang ditimbulkan oleh pembakaran lahan, baik terhadap lingkungan hidup, kesehatan masyarakat maupun keberlangsungan ekosistem yang menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar.
Kapolres Langsa AKBP Mughi Prasetyo Habrianto, S.I.K., melalui Kapolsek Langsa Barat, AKP Nirwan Novri, S.Sos., menyampaikan bahwa kegiatan patroli dan sosialisasi Karhutla merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian dalam meminimalisir risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah hukum Polsek Langsa Barat. Menurutnya, pencegahan menjadi langkah yang paling efektif untuk menghindari kerugian besar yang dapat ditimbulkan akibat terjadinya kebakaran.
Dalam pelaksanaan kegiatan, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan serta dampak negatif yang dapat muncul apabila terjadi pembakaran hutan dan lahan. Kebakaran tidak hanya mengakibatkan kerusakan ekosistem dan menurunkan kualitas lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan akibat kabut asap serta mengancam aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada sumber daya alam di sekitar kawasan tersebut.
Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk membangun kepedulian bersama antara masyarakat dan aparat dalam menjaga lingkungan. Kesadaran kolektif dinilai sangat penting mengingat keberhasilan pencegahan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat agar kawasan hutan dan lahan tetap terjaga serta terhindar dari tindakan yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
Hingga berakhirnya kegiatan patroli dan sosialisasi, situasi di wilayah Gampong Timbang Langsa terpantau aman, tertib dan kondusif. Tidak ditemukan adanya indikasi kebakaran maupun aktivitas yang berpotensi memicu terjadinya Karhutla. Melalui kegiatan yang dilakukan secara berkelanjutan ini, diharapkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan terus meningkat sehingga potensi kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah secara maksimal di wilayah Kecamatan Langsa Baro dan sekitarnya.
- Penulis: Redaksi Polres

Saat ini belum ada komentar